Jumat, 09 Maret 2012

Calon Pilot Aceh Terhenti Latihan

ENAM dari delapan calon pilot Aceh berpose di belakang pesawat latih di Sekolah Penerbangan Integrity Training Sercive (ITS) Ipoh, Malaysia. Foto direkam, Selasa 20 April 2010. FOTO ARIF RAMDAN/DOK.SERAMBI INDONESIA

BANDA ACEH - Delapan calon pilot asal Aceh yang semestinya sudah menyelesaikan pendidikan di Sekolah Penerbangan Integrated Training dan Services (IT dan S) Ipoh, Malaysia, terpaksa pulang kampung sebelum menjadi pilot. Mereka yang dibiayai Pemerintah Aceh itu sudah sembilan bulan terhenti latihan, karena ban pesawat untuk latihan sedang rusak.

Informasi itu diperoleh dari sumber-sumber Serambi di Banda Aceh tiga hari lalu. Muharrir, seorang di antara delapan anak Aceh yang ikut pendidikan di IT dan S Ipoh itu, ketika dikonfirmasi Serambi kemarin, membenarkannya.

“Ya, sudah mulai vakum latihan sejak Maret 2011. Alasan pihak kampus karena ban pesawat latihan kami rusak. Benar, dalam perjanjian dengan Pemerintah Aceh, masa pendidikan kami di sana 18 bulan terhitung sejak Agustus 2009-April 2011,” sebut Muharrir.

Menurutnya, sesuai aturan, mereka hanya empat bulan belajar teori di kampus itu. Selanjutnya latihan terbang. Tapi sejak Januari dan Februari 2011, latihan sudah mulai macet, hanya dua kali, bahkan sekali dalam sebulan.

“Idealnya, minimal tiga kali latihan terbang dalam sebulan. Alasannya target jam terbang selama pendidikan lebih kurang 150 jam, tapi yang saya lakukan baru 37 jam. Itu pun jam terbang saya sudah lebih banyak dibandingkan kawan lainnya,” ujar Muharrir.

Menurutnya, sejak vakum latihan Maret 2011, ia bersama dua rekannya, Nofailin Afra dan Juliman, pernah dipanggil ke sana untuk kembali ikut latihan terbang. “Tapi sesampai di sana ternyata tidak jadi, karena pesawatnya masih rusak,” ungkap Muharrir.

Ditanya apakah mahasiswa lain di kampus itu juga tidak latihan, Muharrir menyatakan, mahasiswa lain di kampus itu tetap latihan. “Ya, itu mungkin karena sejak awal latihan kami anak Aceh tidak digabung dengan mahasiswa lainnya,” kata Muharrir.

Mewakili teman-temannya senasib, Muharrir berharap segera ada solusi terhadap persoalan ini. Ia mengaku bahwa saat ini sedang dilakukan pembicaraan oleh Pemerintah Aceh dengan perusahaan IT dan S Ipoh, Malaysia, untuk mencarikan solusi terhadap masalah yang dihadapi delapan calon pilot asal Aceh itu. (sal)

Editor : bakri
 


»»  Baca Lagi...

Korban Sungai Alas Ditemukan di Sultan Daulat

Warga menyaksikan jenazah Apran Simajuntak (23), penduduk Desa Muara Situlen, Kecamatan Babul Makmur, Aceh Tenggara yang ditemukan mengapung di Sungai Souraya, Desa Jabi-Jabi, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Kamis (8/3) kemarin. PROHABA/KHALIDIN

SUBULUSSALAM - Sesosok mayat pria tanpa identitas yang telah membusuk ditemukan tewas terapung di Lae Souraya, Desa Jabi-Jabi, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Kamis (8/3) siang kemarin. Belakangan terungkap jika jasad itu adalah Apran Simajuntak (23), warga Desa Muara Situlen, Kecamatan Babul Makmur, Aceh Tenggara yang terseret arus Krueng Alas, Selasa (6/3) lalu.

Sapri Tambunan, salah seorang wargamengatakan mayat tersebut ditemukan pertama kali oleh Raja (30) warga Desa Suka Maju yang berseberangan dengan Desa Jabi-Jabi. Kepala Desa Jabi-Jabi, manjang Kombih yang ditanyai secara terpisah mengakui adanya temuan mayat di desa yang dia pimpin. Namun menurut Manjang, sebenarnya mayat tersebut hanyut terbawa arus Sungai Souraya yang hulunya di Kutacane, Aceh Tenggara.

Manjang menambahkan, saat terapung dan hanyut di sungai beberapa warga Desa Suka Maju yang berseberangan dengan Jabi-jabi melihat namun tidak ada yang berani memungut kecuali Raja. Raja, kata Manjang langsung menggiring jasad korban dengan menggunakan perahu motor yang bahasa setempat disebut Robin. “Mayat itu sebenarnya hanyut di Sungai antara Suka Maju dan Jabi-Jabi, namun dibawa ke tepi persis di pasir Desa Jabi-Jabi,” kata Manjang seraya menjelaskan mayat tersebut hanya mengenakan baju kaos lengan panjang bergaris tanpa celana.

Selanjutnya, mayat pria tanpa identitas ini dibawa ke Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Kota Subulussalam untuk divisum.

Kapolres Aceh Singkil AKBP Bambang Syafrianto yang dikonfirmasi melalui Kapolsek Sultan Daulat, Iptu Aries Diego Kakori di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Kota Subulussalam mengatakan, jasad itu adalah almarhum Apran Simajuntak (23)  penduduk Desa Muara Situlen, Kecamatan Babul Makmur, Aceh Tenggara yang terseret arus sungai Alas, Selasa (6/3) lalu sekitar pukul 15.00 wib di Desa Muara Situlen.

Hal itu berdasarkan hasil koordinasi pihaknya dengan Kapolsek Babul Makmur, Aceh Tenggara, Ipda Zul Effendi yang sebelumnya meminta bantuan pencarian jenazah yang diperkirakan hanyut ke Sultan Daulat.

Karenanya, saat ada kabar penemuan mayat, Kapolsek Sultan Daulat Iptu Aries Diego Kakori didampingi Camat Sultan Daulat Baginda Nasution langsung turun ke lokasi. Di lokasi, petugas kepolisian dengan dibantu relawan dan warga setempat mengevakuasi jenazah korban dari sungai dan di bawa ke RSIA Kota Subulussalam.

Seperti diberitakan sebelumnya, Apran Simajuntak (23) petani, penduduk Desa Muara Situlen, Kecamatan Babul Makmur, Aceh Tenggara, Selasa (6/3) sekitar pukul 15.00 wib, terseret arus sungai Alas di Desa Muara Situlen. Menurut informasi, pada saat naas itu, korban berenang menuju seberang sungai dengan saksi atau rekannya  Zalim Sihombing (12) dan Bram Sihombing (13). Namun, Afran tiba-tiba berhenti berenang, karena kehabisan tenaga hingga tenggelam terbawa arus sungai.(kh/as)
Editor;Bakri
 
Serambi News



»»  Baca Lagi...

Persidi belum Terkalahkan

BANDA ACEH - Persidi Idi, Aceh Timur menjadi satu-satunya tim yang hingga kini belum terkalahkan dalam tiga pertandingan Grup I Divisi I Liga Indonesia musim 2011/2012. Pasukan asuhan duet Pelatih Sayed Saiful Bahri dan H Salahuddin ini mampu mengalahkan PSAB Aceh Besar dengan skor 1-0 di Stadion H Dimoerthala, Lampineung, Banda Aceh, Kamis (8/3) petang. Sedangkan PS Pidie Jaya membantai Persas Sabang dengan skor 4-0, tadi malam.

Tambahan tiga poin membuat Persidi makin kokoh di puncak klasemen sementara dengan sembilan poin. Sementara PSAB, akibat kekalahan itu tak beranjak dari posisi lima dengan 1 poin. Sedangkan PS Pidie Jaya naik dua tingkat ke urutan dua dengan enam poin. Persas yang menjadi bulan-bulanan lawan harus pasrah sebagai juru kunci tanpa meraih poin.

Pertarungan Persidi kontra PSAB berlangsung ketat sejak babak pertama. Kedua tim bekerja keras membangun serangan ke pertahanan lawannya. Ambisi untuk menang mewajibkan mereka berduel habis-habisan. Walau lapangan licin, tapi segala cara yang dilakukan PSAB dan Persidi tak mampu melahirkan gol. Akibatnya, babak pertama berakhir tanpa gol.

Perjuangan keras kembali diperlihatkan PSAB dan Persidi di babak kedua. Ambisi Persidi untuk menambah daftar kemenangan tidak mudah menaklukkan pasukan asuhan Effendi HT. Apalagi, tim yang dimanajeri Muzakkir Cek Boy ini juga punya semangat tinggi untuk menang. Dari  sebuah serangan balik, akhirnya tercipta gol untuk Persidi Idi. Adalah Sukran yang membawa mimpi buruk bagi 
PSAB di menit 77 setelah tendangannya memanfaatkan umpan Jamaluddin gagal diblok kiper PSAB. Meski telah berusaha keras, tapi awak PSAB tetap harus mengakui keunggulan lawannya hingga Wasit Sugi Irwanto mengakhiri laga.

Partai menarik juga tersaji dalam duel PS Pidie Jaya dengan Persas Sabang. Juru taktik Pidie Jaya, Mulya Saputra yang mengemban tugas berat untuk lolos harus tampil habis-habis demi meraih tiga poin. Tekanan tim yang dimanajeri Supriadi ini mampu membuka gol perdana melalui Khairul Yadi di menit 3. Persas yang ingin keluar dari juru kunci berusaha membalas. Hanya saja, Pidie Jaya kembali unggul lewat Khairul Yadi di menit 43. Skor 2-0 untuk Pidie Jaya bertahan hingga jeda.

Di Babak kedua, Persas mencoba mengimbangi tekanan Pidie Jaya. Tapi, serangan awak Pidie Jaya kembali melahirkan gol lewat Khairul Yadi di menit 54. Bahkan, penyerang bernomor punggung 89 itu kembali mencetak gol ke gawang Persas di menit 87. Di waktu tersisa Persas tetap tidak mampu membalas kekalahan hingga Wasit M Arnando mengakhiri pertandingan. Hari ini tak ada pertandingan. Kompetisi ini dilanjutkan Sabtu (10/3) besok.(hd)

Editor : bakri
 
»»  Baca Lagi...

Sabtu, 25 Februari 2012

Bupati Sleman Berharap PDAM Sumbang PAD

TRIBUNNEWS.COM, SLEMAN - PDAM sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), diharapkan mampu memberikan kontribusi besar pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berupa laba.
Hal itu hanya bisa diraih melalui tugas pokok dan fungsinya dalam pengelolaan dan pemberian pelayanan pada masyarakat melalui pendistribusian air bersih.
Tak terkecuali bagi jajaran PDAM Kabupaten Sleman yang baru saja melaksanakan pelantikan Direktur Utamanya untuk periode 2012 - 2016 pada Sabtu (25/2/2012) pagi di Aula lantai III.
Bupati Sleman, Sri Purnomo, melantik Dwi Nurwata sebagai Dirut PDAM menggantikan Suratno yang sebelumnya menjabat selama dua periode. Sedangkan, Dwi Nurwata sebelumnya menjabat sebagai kepala bagian pengawas intern PDAM Sleman.
»»  Baca Lagi...
Saleum kemandum syehdara.........!

Geuchik Gampong Matang Bayu

(Syafruddin)