Tampilkan postingan dengan label Warta Gampong. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warta Gampong. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 31 Agustus 2019
Blogger Gampong
Blogger /Website Gampong Matang Bayu insyaallah akan kembali aktif... dan akan memberikan informasi seputaran berita Gampong dan Nasional.
»» Baca Lagi...
Kamis, 21 Juni 2012
Program Kerja Sama
Pemerintah Gampong Matang bayu telah melakukan kerjasama untuk pengembangan Gampong berbasis teknologi Informasi dengan Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Bina Bangsa Lhokseumawe, melalalui Komunitas Open Source STMIK (KOSS).
salah satu program yang telah direncanakan adalah:
"Pengembangan e-Gampong sebagai media publikasi data dan manajemen Desa Matang Bayu berbasis Website". melalui Program Hibah Bina Desa (PHBD) Departemen Pendidikan Tinggi, bila program tersebut di setujui, maka Gampong Matang Bayu akan menjadi salah satu Gampong percontohan di Aceh khususnya, dalam penerapan teknologi informasi dalam pemerintahan guna menuju pemerintahan yang bersih.
Rabu, 18 April 2012
352 Desa di Aceh Utara tanpa Bidan
LHOKSUKON - Sebanyak 352 desa dari 852 gampong yang ada di Aceh Utara hingga kini belum memiliki bidan desa (bides). Padahal, menurut aturan Kementerian Kesehatan RI, setiap desa harus memiliki satu orang bides. Untuk mengatasi kekurangan itu, Dinas Kesehatan Aceh Utara mewajibkan setiap seorang bides menangani dua atau tiga desa.
“Jumlah bidan di Aceh Utara jauh lebih banyak dibanding daerah lain di Aceh. Namun, kita terus mengusulkan ke Pemerintah Aceh dan pihak Kementerian Kesehatan RI agar jumlah bidan ditambah. Sehingga semua desa di Aceh Utara memiliki bidan desa yang menetap di desa itu,” jelas Kadis Kesehatan Aceh Utara melalui Kabid Pelayanan Kesehatan, dr Machrozal, kepada Serambi, Minggu (10/7).
Selain itu, tambah Machrozal, pihaknya terus memonitor keberadaan bidan desa tersebut. “Kalau ada bidan desa yang tidak mau menetap di desa, kami harap masyarakat proaktif melaporkan hal itu ke dinas kesehatan. Bidan desa wajib menetap dan berdinas setiap hari di desa. Jangan sampai ada bidan desa yang seminggu hanya masuk satu atau dua hari. Kita akan beri tindakan jika ada bidan seperti itu,” pungkasnya
Terkait hal itu, Abubakar, Keuchik Pucok Alue, Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara, kemarin meminta Dinkes Aceh Utara menambah kembali jumlah bidan desa tersebut. Sehingga jika ada masyarakat yang membutuhkan pelayanan secara tiba-tiba akan bisa terlayani oleh bidan tersebut. Harapan senada juga disampaikan Syafruddin, Keuchik Matang Bayu, Baktiya Barat, Aceh Utara.(c46)
bidan di aceh utara
- Jumlah desa 852 gampong
- Yang sudah ada bides 500 desa
- Yang belum ada bides 352 desa
- Untuk mengatasinya, dinkes mewajibkan seorang bides menangani dua atau tiga desa
- Dinkes dan warga berharap bides ditambah
harapan Warga
Bidan Perlu Ditambah
TERHADAP kekurangan bidan di sejumlah desa di Aceh Utara, kami berharap dinkes dapat menambah kembali jumlah bidan desa. Tahun lalu, di desa kami ada bidan desa. Namun, kemudian ditarik dan kini ditempatkan ke Desa Teupin U. Kalau ada bidan di desa, orang mau melahirkan jadi mudah.
DESA kami salah satu desa yang padat penduduk di Aceh Utara. Jumlah kepala keluarga mencapai 302 KK. Kalau ada warga yang melahirkan, terpaksa dibawa ke Puskesmas Baktiya Barat karena belum ada bidan di desa kami.
»» Baca Lagi...
“Jumlah bidan di Aceh Utara jauh lebih banyak dibanding daerah lain di Aceh. Namun, kita terus mengusulkan ke Pemerintah Aceh dan pihak Kementerian Kesehatan RI agar jumlah bidan ditambah. Sehingga semua desa di Aceh Utara memiliki bidan desa yang menetap di desa itu,” jelas Kadis Kesehatan Aceh Utara melalui Kabid Pelayanan Kesehatan, dr Machrozal, kepada Serambi, Minggu (10/7).
Selain itu, tambah Machrozal, pihaknya terus memonitor keberadaan bidan desa tersebut. “Kalau ada bidan desa yang tidak mau menetap di desa, kami harap masyarakat proaktif melaporkan hal itu ke dinas kesehatan. Bidan desa wajib menetap dan berdinas setiap hari di desa. Jangan sampai ada bidan desa yang seminggu hanya masuk satu atau dua hari. Kita akan beri tindakan jika ada bidan seperti itu,” pungkasnya
Terkait hal itu, Abubakar, Keuchik Pucok Alue, Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara, kemarin meminta Dinkes Aceh Utara menambah kembali jumlah bidan desa tersebut. Sehingga jika ada masyarakat yang membutuhkan pelayanan secara tiba-tiba akan bisa terlayani oleh bidan tersebut. Harapan senada juga disampaikan Syafruddin, Keuchik Matang Bayu, Baktiya Barat, Aceh Utara.(c46)
bidan di aceh utara
- Jumlah desa 852 gampong
- Yang sudah ada bides 500 desa
- Yang belum ada bides 352 desa
- Untuk mengatasinya, dinkes mewajibkan seorang bides menangani dua atau tiga desa
- Dinkes dan warga berharap bides ditambah
harapan Warga
Bidan Perlu Ditambah
TERHADAP kekurangan bidan di sejumlah desa di Aceh Utara, kami berharap dinkes dapat menambah kembali jumlah bidan desa. Tahun lalu, di desa kami ada bidan desa. Namun, kemudian ditarik dan kini ditempatkan ke Desa Teupin U. Kalau ada bidan di desa, orang mau melahirkan jadi mudah.
DESA kami salah satu desa yang padat penduduk di Aceh Utara. Jumlah kepala keluarga mencapai 302 KK. Kalau ada warga yang melahirkan, terpaksa dibawa ke Puskesmas Baktiya Barat karena belum ada bidan di desa kami.
Kamis, 15 Maret 2012
Gubernur: Tugas Pj Penuh Risiko
Pj Bupati Aceh Timur
Nasrullah Muhammad (kiri), Pj Wali Kota Langsa Bustami Usman, Pj Bupati
Pidie T M Anwar, dan Pj Wali Kota Sabang Zulkifli Hasan membaca sumpah
sebelum dilantik oleh Pj Gubernur Aceh Tarmizi A Karim di Anjong Monmata, Banda Aceh, Rabu (14/3). SERAMBI/BUDI FATRIA
»» Baca Lagi...
BANDA ACEH - Pj Gubernur Aceh,
Tarmizi A Karim, Rabu kemarin melantik empat lagi Penjabat (Pj) Bupati
dan Wali Kota untuk menggantikan bupati dan wali kota definitif yang
telah berakhir masa bakti.
Keempat Pj Bupati dan Wali Kota yang dilantik Pj Gubernur Aceh tersebut masing-masing Asisten II Setdakab Aceh Besar Zulkifli Hasan menjadi Pj Wali Kota Sabang, Kepala BPM Pidie, TM Anwar dilantik sebagai Pj Bupati Pidie, Kepala Kesbangpol Linmas Aceh Bustami Usman menjadi Wali Kota Langsa, dan Kepala BKPP Aceh Nasrullah Pj Bupati Aceh Timur.
“Setiap pj kepala daerah harus bisa bersikap adil dan netral terhadap kontestan yang merupakan teman-teman dekatnya. Ini tugas yang amat berat dan penuh risiko,” kata Tarmizi dalam pidatonya ketika melantik keempat pj tersebut di Anjong Mon Mata Banda Aceh, Rabu (14/3) siang.
Tarmizi menambahkan, setiap pj harus lebih berhati-hati dan jangan terbawa perasaan hingga membuat diri masuk dalam perangkap yang dibuat sendiri.
Pengusulan Pj Bupati dan Wali Kota, meurut Tarmizi dilakukan dengan sangat selektif. Selain memperhatikan jenjang karir, juga melihat dan mengkaji apakah memiliki jiwa kepemimpinan yang bisa bersikap adil dan netral. “Jika kedua unsur itu dimiliki, barulah diusul ke Mendagri untuk menjadi Pj Bupati atau Wali Kota,” kata Tarmizi.
Keempat penjabat yang dilantik kemarin menurut Tarmizi sudah memenuhi persyaratan, dan selanjutnya dievaluasi bersama apakah bisa melaksanakan tugas pilkada secara demokratis, aman, damai, tanpa ada kekeraran serta tudingan keberpihakan kepada kontestan tertentu.
“Kalau tudingan itu tidak ada, dan pilkada di daerahnya berjalan baik, seorang penjabat itu baru bisa nanti kita katakan sukses dalam mengemban tugas,” kata Tarmizi.
Hingga Rabu (14/3), sudah 10 Pj Bupati dan Wali Kota yang dilantik. Hingga 9 April 2012, ada lima Pj Bupati lainnya yang akan dilantik, yaitu Aceh Singkil, Simeulue, Nagan Raya, Abdya, dan Aceh Tengah. (her)
Keempat Pj Bupati dan Wali Kota yang dilantik Pj Gubernur Aceh tersebut masing-masing Asisten II Setdakab Aceh Besar Zulkifli Hasan menjadi Pj Wali Kota Sabang, Kepala BPM Pidie, TM Anwar dilantik sebagai Pj Bupati Pidie, Kepala Kesbangpol Linmas Aceh Bustami Usman menjadi Wali Kota Langsa, dan Kepala BKPP Aceh Nasrullah Pj Bupati Aceh Timur.
“Setiap pj kepala daerah harus bisa bersikap adil dan netral terhadap kontestan yang merupakan teman-teman dekatnya. Ini tugas yang amat berat dan penuh risiko,” kata Tarmizi dalam pidatonya ketika melantik keempat pj tersebut di Anjong Mon Mata Banda Aceh, Rabu (14/3) siang.
Tarmizi menambahkan, setiap pj harus lebih berhati-hati dan jangan terbawa perasaan hingga membuat diri masuk dalam perangkap yang dibuat sendiri.
Pengusulan Pj Bupati dan Wali Kota, meurut Tarmizi dilakukan dengan sangat selektif. Selain memperhatikan jenjang karir, juga melihat dan mengkaji apakah memiliki jiwa kepemimpinan yang bisa bersikap adil dan netral. “Jika kedua unsur itu dimiliki, barulah diusul ke Mendagri untuk menjadi Pj Bupati atau Wali Kota,” kata Tarmizi.
Keempat penjabat yang dilantik kemarin menurut Tarmizi sudah memenuhi persyaratan, dan selanjutnya dievaluasi bersama apakah bisa melaksanakan tugas pilkada secara demokratis, aman, damai, tanpa ada kekeraran serta tudingan keberpihakan kepada kontestan tertentu.
“Kalau tudingan itu tidak ada, dan pilkada di daerahnya berjalan baik, seorang penjabat itu baru bisa nanti kita katakan sukses dalam mengemban tugas,” kata Tarmizi.
Hingga Rabu (14/3), sudah 10 Pj Bupati dan Wali Kota yang dilantik. Hingga 9 April 2012, ada lima Pj Bupati lainnya yang akan dilantik, yaitu Aceh Singkil, Simeulue, Nagan Raya, Abdya, dan Aceh Tengah. (her)
Editor : bakri
Amerika Pantau Pilkada Aceh
Insya Allah, mulai Senin, 9 Januari 2012, Serambi Indonesia terbit dua kali sehari.
Edisi hari ini, Amerika Pantau Pilkada Aceh bisa diakses di http://aceh.tribunnews.com/digital/index.php?hal=0
Edisi pertama, adalah koran yang sedang Anda baca ini. Sedangkan edisi kedua, kami beri nama Serambi Indonesia Digital Newspaper. Penerbitan Serambi Indonesia Digital Newspaper adalah bagian dari upaya kami bertransformasi menjadi lembaga penyedia jasa informasi multimedia.
Sebelumnya, adik-adik kami seperti Harian Prohaba (cetak), portal berita Serambinews.com (internet), dan Serambi FM 90.2 MHz (Radio dan Streaming) telah hadir mengisi waktu Anda, maka sekarang sambutlah Serambi Indonesia Digital Newspaper.
Sesuai namanya, Serambi Indonesia Digital Newspaper terbit dalam format digital. Anda hanya bisa mengaksesnya melalui website kami www.serambinews.com
Edisi digital ini nyaman dibaca pada komputer PC, laptop, tablet, atau smartphone lainnya. Apa bedanya dengan Serambi Indonesia e-Paper? Ya, jelas beda, walau tampilannya hampir sama, tetapi Serambi Indonesia e-Paper adalah versi digital dari Harian Serambi Indonesia yang sedang Anda pegang ini.
Sedangkan Serambi Indonesia Digital Newspaper berisi berita atau iklan yang berbeda dengan edisi cetak ataupun e-paper.
Tekad kami untuk selalu memanjakan Anda, pembaca setia. Tentu, dengan tetap independen & kredibel.
»» Baca Lagi...
Edisi hari ini, Amerika Pantau Pilkada Aceh bisa diakses di http://aceh.tribunnews.com/digital/index.php?hal=0
Edisi pertama, adalah koran yang sedang Anda baca ini. Sedangkan edisi kedua, kami beri nama Serambi Indonesia Digital Newspaper. Penerbitan Serambi Indonesia Digital Newspaper adalah bagian dari upaya kami bertransformasi menjadi lembaga penyedia jasa informasi multimedia.
Sebelumnya, adik-adik kami seperti Harian Prohaba (cetak), portal berita Serambinews.com (internet), dan Serambi FM 90.2 MHz (Radio dan Streaming) telah hadir mengisi waktu Anda, maka sekarang sambutlah Serambi Indonesia Digital Newspaper.
Sesuai namanya, Serambi Indonesia Digital Newspaper terbit dalam format digital. Anda hanya bisa mengaksesnya melalui website kami www.serambinews.com
Edisi digital ini nyaman dibaca pada komputer PC, laptop, tablet, atau smartphone lainnya. Apa bedanya dengan Serambi Indonesia e-Paper? Ya, jelas beda, walau tampilannya hampir sama, tetapi Serambi Indonesia e-Paper adalah versi digital dari Harian Serambi Indonesia yang sedang Anda pegang ini.
Sedangkan Serambi Indonesia Digital Newspaper berisi berita atau iklan yang berbeda dengan edisi cetak ataupun e-paper.
Tekad kami untuk selalu memanjakan Anda, pembaca setia. Tentu, dengan tetap independen & kredibel.
Editor : bakri
Abdya Mulai Gunakan Mesin Panen Padi
Pekerja memanen padi menggunakan mesin meni combine di areal persawahan
Gampong Drien Jalo, Kecamatan Tangan-Tangan, abdya, Rabu (14/3).
SERAMBI/ZAINUN YUSUF
»» Baca Lagi...
PENANGANAN panen tanaman padi
sawah di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mulai memasuki era
mekanisasi, ditandai penggunaan mesin Meni Combine (mesin memanen).
Mesin “pintar” tersebut bekerja memanen, merontokkan dan penganginan
sehingga yang keluar dari mesin tersebut adalah gabah dalam keadaan
bersih.
Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Kabupaten Abdya saat ini sudah memiliki tujuh unit mesin panen meni combine merek Yanmar DW 448T sumber dana APBK 2011 dan 2012. Mekanisasi alat pertanian tersebut mendapat sambutan petani setempat, karena penanganan panen lebih cepat dan hemat serta kualitas gabah lebihterjamin.
“Mesin panen meni combine disebar di kecamatan-kecamatan untuk memanen tanaman padi MT 2011/2012 yang sedang berlangsung,” kata H Zainuddin SP, Kadistannak Abdya menjawab Serambi, Rabu (14/3) kemarin. Dalam ujicoba yang dilakukan, kemampuan meni combine dapat memanen padi antara 3 sampai 3 hektare areal/hari.
Sejumlah petani tampaknya mulai menggunakan jasa meni combine dengan alasan lebih cepat, hemat biaya serta kualitas gabah lebih bagus. Siwan (32), salah seorang petani warga Gampong Drien Jalo, Kecamatan Tangan-Tangan mengakui, penanganan panen lebih cepat dan hemat biaya dengan memanfaatkan mesin tersebut.
Pekerjaan memanen secara manual untuk areal tanaman padi seluas satu naleh bibit (lebih kurang 1/3 hektare), perlu biaya Rp 600.000, sementara dengan jasa meni combine butuh biaya Rp 400.000. Dirincikan, memanen satu goni gabah isi 90 kg gabah bersih menggunakan meni combine Rp 20.000. “Satu naleh benih areal padi menghasilkan paling tidak Rp 20 goni gabah bersih isi 90 kg sehingga biaya dikeluarkan Rp 400.000.
Sementara memanen secara manual untuk satu naleh benih berkisar antara Rp 350.000 sampai Rp 400.000, ditabah biaya perontokan Rp berkisar antara Rp 10.000 sampai Rp 12.000/goni isi 90 kg sehingga seluruh biaya yang dikeluarkan sedikitnya Rp 600.000/naleh benih.
Menyangkot ongkos memanen untuk satu goni gabah bersih Rp 20.000/satu goni gabah isi 90 kg, menurut Kadistannak H Zainuddin, berlaku bila satu naleh sawah menghasilkan di bawah 20 goni gabah isi 90. “Bila produksi areal sawah ukuran satu naleh benih lebih dari 20 goni gabah isi 90, maka biayanya kurang Rp 20.000/goni.
Kecuali penanganan panen lebih cepat dan hemat, menurut Zainuddin, penggunakan meni combine akan menghasilkan kualitas gabah lebih terjamin. Pasalnya, gabah yang dipanen tidak terpendam lama di areal sawah, sebagaimana kebiasaan sebagian petani sehingga mutu gabah menurun.
Zainuddin menjelaskan, mekanisasi peralatan pertanian merupakan salah satu program Pemkab Abdya dalam upaya memberi keuntungan kepada petani. Program full mekanisasi pertanian, kecuali sudah terealisasi tujuh unit meni combine, Distannak setempat, juga sudah mengadakan 20 unit mesin pembersih rumput tanaman padi sawah dan sudah diuji coba penggunaan satu unit mesin tanam padi, disamping menggunakan lebih 300 unit hand traktor (traktor tangan) untuk mengolah lahan sawah.(nun)
Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Kabupaten Abdya saat ini sudah memiliki tujuh unit mesin panen meni combine merek Yanmar DW 448T sumber dana APBK 2011 dan 2012. Mekanisasi alat pertanian tersebut mendapat sambutan petani setempat, karena penanganan panen lebih cepat dan hemat serta kualitas gabah lebihterjamin.
“Mesin panen meni combine disebar di kecamatan-kecamatan untuk memanen tanaman padi MT 2011/2012 yang sedang berlangsung,” kata H Zainuddin SP, Kadistannak Abdya menjawab Serambi, Rabu (14/3) kemarin. Dalam ujicoba yang dilakukan, kemampuan meni combine dapat memanen padi antara 3 sampai 3 hektare areal/hari.
Sejumlah petani tampaknya mulai menggunakan jasa meni combine dengan alasan lebih cepat, hemat biaya serta kualitas gabah lebih bagus. Siwan (32), salah seorang petani warga Gampong Drien Jalo, Kecamatan Tangan-Tangan mengakui, penanganan panen lebih cepat dan hemat biaya dengan memanfaatkan mesin tersebut.
Pekerjaan memanen secara manual untuk areal tanaman padi seluas satu naleh bibit (lebih kurang 1/3 hektare), perlu biaya Rp 600.000, sementara dengan jasa meni combine butuh biaya Rp 400.000. Dirincikan, memanen satu goni gabah isi 90 kg gabah bersih menggunakan meni combine Rp 20.000. “Satu naleh benih areal padi menghasilkan paling tidak Rp 20 goni gabah bersih isi 90 kg sehingga biaya dikeluarkan Rp 400.000.
Sementara memanen secara manual untuk satu naleh benih berkisar antara Rp 350.000 sampai Rp 400.000, ditabah biaya perontokan Rp berkisar antara Rp 10.000 sampai Rp 12.000/goni isi 90 kg sehingga seluruh biaya yang dikeluarkan sedikitnya Rp 600.000/naleh benih.
Menyangkot ongkos memanen untuk satu goni gabah bersih Rp 20.000/satu goni gabah isi 90 kg, menurut Kadistannak H Zainuddin, berlaku bila satu naleh sawah menghasilkan di bawah 20 goni gabah isi 90. “Bila produksi areal sawah ukuran satu naleh benih lebih dari 20 goni gabah isi 90, maka biayanya kurang Rp 20.000/goni.
Kecuali penanganan panen lebih cepat dan hemat, menurut Zainuddin, penggunakan meni combine akan menghasilkan kualitas gabah lebih terjamin. Pasalnya, gabah yang dipanen tidak terpendam lama di areal sawah, sebagaimana kebiasaan sebagian petani sehingga mutu gabah menurun.
Zainuddin menjelaskan, mekanisasi peralatan pertanian merupakan salah satu program Pemkab Abdya dalam upaya memberi keuntungan kepada petani. Program full mekanisasi pertanian, kecuali sudah terealisasi tujuh unit meni combine, Distannak setempat, juga sudah mengadakan 20 unit mesin pembersih rumput tanaman padi sawah dan sudah diuji coba penggunaan satu unit mesin tanam padi, disamping menggunakan lebih 300 unit hand traktor (traktor tangan) untuk mengolah lahan sawah.(nun)
Editor : bakri
Sabtu, 10 Maret 2012
Avanza Angkut Ganja 49 Kilo
LHOKSUKON - Satuan polisi lalu
lintas jajaran Polres Aceh Utara, Kamis (1/3) kemarin, menggagalkan
upaya penyelundupan ganja kering keluar Aceh sebanyak 49 kilogram,
dengan mobil minibus Avanza. Tersangka tunggal dalam kasus itu, M Dahlan
Taleb (32) warga Desa Alue Ie Mudem, Kecamatan Sawang, Aceh Utara,
terhitung nekat. Ia mengangkut ganja itu siang hari, sekira pukul 16.00
WIB.
Dahlan ditangkap saat melintas dari arah Banda Aceh menuju Medan, tepatnya di Desa Alue Buket, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara. “Penangkapan ini berawal ketika satuan polisi lalu lintas menggelar razia rutin. Tersangka mengendarai Toyota Avanza dengan nomor polisi BK 464 IS. Polisi yang curiga, lalu memeriksa kendaraan tersangka. Di dalam mobil kita temukan ganja tersebut,” ujar Kapolres Aceh Utara AKBP Farid BE, melalui Kasat Narkoba AKP Syafran didampingi Kasat Lantas Ipda Mega, kepada Prohaba, kemarin.
Ditambahkan, kini tersangka dan barang bukti diamankan di Mapolres Aceh Utara. “Kita terus kembangkan kasus ini. Darimana asal barang tersebut dan lain sebagainya, masih dalam penyelidikan tim Narkoba Polres Aceh Utara,” pungkas AKP Syafran.(c46)
Dahlan ditangkap saat melintas dari arah Banda Aceh menuju Medan, tepatnya di Desa Alue Buket, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara. “Penangkapan ini berawal ketika satuan polisi lalu lintas menggelar razia rutin. Tersangka mengendarai Toyota Avanza dengan nomor polisi BK 464 IS. Polisi yang curiga, lalu memeriksa kendaraan tersangka. Di dalam mobil kita temukan ganja tersebut,” ujar Kapolres Aceh Utara AKBP Farid BE, melalui Kasat Narkoba AKP Syafran didampingi Kasat Lantas Ipda Mega, kepada Prohaba, kemarin.
Ditambahkan, kini tersangka dan barang bukti diamankan di Mapolres Aceh Utara. “Kita terus kembangkan kasus ini. Darimana asal barang tersebut dan lain sebagainya, masih dalam penyelidikan tim Narkoba Polres Aceh Utara,” pungkas AKP Syafran.(c46)
Editor : bakri
Jumat, 09 Maret 2012
Korban Sungai Alas Ditemukan di Sultan Daulat
Warga menyaksikan jenazah Apran Simajuntak (23), penduduk Desa Muara Situlen, Kecamatan Babul Makmur, Aceh Tenggara yang ditemukan mengapung di Sungai Souraya, Desa Jabi-Jabi, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Kamis (8/3) kemarin. PROHABA/KHALIDIN
»» Baca Lagi...
SUBULUSSALAM - Sesosok mayat pria tanpa identitas yang telah membusuk ditemukan tewas terapung di Lae Souraya, Desa Jabi-Jabi,
Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Kamis (8/3) siang kemarin.
Belakangan terungkap jika jasad itu adalah Apran Simajuntak (23), warga
Desa Muara Situlen, Kecamatan Babul Makmur, Aceh Tenggara yang terseret arus Krueng Alas, Selasa (6/3) lalu.
Sapri Tambunan, salah seorang wargamengatakan mayat tersebut ditemukan pertama kali oleh Raja (30) warga Desa Suka Maju yang berseberangan dengan Desa Jabi-Jabi. Kepala Desa Jabi-Jabi, manjang Kombih yang ditanyai secara terpisah mengakui adanya temuan mayat di desa yang dia pimpin. Namun menurut Manjang, sebenarnya mayat tersebut hanyut terbawa arus Sungai Souraya yang hulunya di Kutacane, Aceh Tenggara.
Manjang menambahkan, saat terapung dan hanyut di sungai beberapa warga Desa Suka Maju yang berseberangan dengan Jabi-jabi melihat namun tidak ada yang berani memungut kecuali Raja. Raja, kata Manjang langsung menggiring jasad korban dengan menggunakan perahu motor yang bahasa setempat disebut Robin. “Mayat itu sebenarnya hanyut di Sungai antara Suka Maju dan Jabi-Jabi, namun dibawa ke tepi persis di pasir Desa Jabi-Jabi,” kata Manjang seraya menjelaskan mayat tersebut hanya mengenakan baju kaos lengan panjang bergaris tanpa celana.
Selanjutnya, mayat pria tanpa identitas ini dibawa ke Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Kota Subulussalam untuk divisum.
Kapolres Aceh Singkil AKBP Bambang Syafrianto yang dikonfirmasi melalui Kapolsek Sultan Daulat, Iptu Aries Diego Kakori di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Kota Subulussalam mengatakan, jasad itu adalah almarhum Apran Simajuntak (23) penduduk Desa Muara Situlen, Kecamatan Babul Makmur, Aceh Tenggara yang terseret arus sungai Alas, Selasa (6/3) lalu sekitar pukul 15.00 wib di Desa Muara Situlen.
Hal itu berdasarkan hasil koordinasi pihaknya dengan Kapolsek Babul Makmur, Aceh Tenggara, Ipda Zul Effendi yang sebelumnya meminta bantuan pencarian jenazah yang diperkirakan hanyut ke Sultan Daulat.
Karenanya, saat ada kabar penemuan mayat, Kapolsek Sultan Daulat Iptu Aries Diego Kakori didampingi Camat Sultan Daulat Baginda Nasution langsung turun ke lokasi. Di lokasi, petugas kepolisian dengan dibantu relawan dan warga setempat mengevakuasi jenazah korban dari sungai dan di bawa ke RSIA Kota Subulussalam.
Seperti diberitakan sebelumnya, Apran Simajuntak (23) petani, penduduk Desa Muara Situlen, Kecamatan Babul Makmur, Aceh Tenggara, Selasa (6/3) sekitar pukul 15.00 wib, terseret arus sungai Alas di Desa Muara Situlen. Menurut informasi, pada saat naas itu, korban berenang menuju seberang sungai dengan saksi atau rekannya Zalim Sihombing (12) dan Bram Sihombing (13). Namun, Afran tiba-tiba berhenti berenang, karena kehabisan tenaga hingga tenggelam terbawa arus sungai.(kh/as)
Sapri Tambunan, salah seorang wargamengatakan mayat tersebut ditemukan pertama kali oleh Raja (30) warga Desa Suka Maju yang berseberangan dengan Desa Jabi-Jabi. Kepala Desa Jabi-Jabi, manjang Kombih yang ditanyai secara terpisah mengakui adanya temuan mayat di desa yang dia pimpin. Namun menurut Manjang, sebenarnya mayat tersebut hanyut terbawa arus Sungai Souraya yang hulunya di Kutacane, Aceh Tenggara.
Manjang menambahkan, saat terapung dan hanyut di sungai beberapa warga Desa Suka Maju yang berseberangan dengan Jabi-jabi melihat namun tidak ada yang berani memungut kecuali Raja. Raja, kata Manjang langsung menggiring jasad korban dengan menggunakan perahu motor yang bahasa setempat disebut Robin. “Mayat itu sebenarnya hanyut di Sungai antara Suka Maju dan Jabi-Jabi, namun dibawa ke tepi persis di pasir Desa Jabi-Jabi,” kata Manjang seraya menjelaskan mayat tersebut hanya mengenakan baju kaos lengan panjang bergaris tanpa celana.
Selanjutnya, mayat pria tanpa identitas ini dibawa ke Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Kota Subulussalam untuk divisum.
Kapolres Aceh Singkil AKBP Bambang Syafrianto yang dikonfirmasi melalui Kapolsek Sultan Daulat, Iptu Aries Diego Kakori di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Kota Subulussalam mengatakan, jasad itu adalah almarhum Apran Simajuntak (23) penduduk Desa Muara Situlen, Kecamatan Babul Makmur, Aceh Tenggara yang terseret arus sungai Alas, Selasa (6/3) lalu sekitar pukul 15.00 wib di Desa Muara Situlen.
Hal itu berdasarkan hasil koordinasi pihaknya dengan Kapolsek Babul Makmur, Aceh Tenggara, Ipda Zul Effendi yang sebelumnya meminta bantuan pencarian jenazah yang diperkirakan hanyut ke Sultan Daulat.
Karenanya, saat ada kabar penemuan mayat, Kapolsek Sultan Daulat Iptu Aries Diego Kakori didampingi Camat Sultan Daulat Baginda Nasution langsung turun ke lokasi. Di lokasi, petugas kepolisian dengan dibantu relawan dan warga setempat mengevakuasi jenazah korban dari sungai dan di bawa ke RSIA Kota Subulussalam.
Seperti diberitakan sebelumnya, Apran Simajuntak (23) petani, penduduk Desa Muara Situlen, Kecamatan Babul Makmur, Aceh Tenggara, Selasa (6/3) sekitar pukul 15.00 wib, terseret arus sungai Alas di Desa Muara Situlen. Menurut informasi, pada saat naas itu, korban berenang menuju seberang sungai dengan saksi atau rekannya Zalim Sihombing (12) dan Bram Sihombing (13). Namun, Afran tiba-tiba berhenti berenang, karena kehabisan tenaga hingga tenggelam terbawa arus sungai.(kh/as)
Editor;Bakri
Sabtu, 25 Februari 2012
Bupati Sleman Berharap PDAM Sumbang PAD
TRIBUNNEWS.COM, SLEMAN - PDAM sebagai Badan Usaha
Milik Daerah (BUMD), diharapkan mampu memberikan kontribusi besar pada
Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berupa laba.
Hal itu hanya bisa diraih melalui tugas pokok dan fungsinya dalam pengelolaan dan pemberian pelayanan pada masyarakat melalui pendistribusian air bersih.
Tak terkecuali bagi jajaran PDAM Kabupaten Sleman yang baru saja melaksanakan pelantikan Direktur Utamanya untuk periode 2012 - 2016 pada Sabtu (25/2/2012) pagi di Aula lantai III.
Bupati Sleman, Sri Purnomo, melantik Dwi Nurwata sebagai Dirut PDAM menggantikan Suratno yang sebelumnya menjabat selama dua periode. Sedangkan, Dwi Nurwata sebelumnya menjabat sebagai kepala bagian pengawas intern PDAM Sleman.
»» Baca Lagi...
Hal itu hanya bisa diraih melalui tugas pokok dan fungsinya dalam pengelolaan dan pemberian pelayanan pada masyarakat melalui pendistribusian air bersih.
Tak terkecuali bagi jajaran PDAM Kabupaten Sleman yang baru saja melaksanakan pelantikan Direktur Utamanya untuk periode 2012 - 2016 pada Sabtu (25/2/2012) pagi di Aula lantai III.
Bupati Sleman, Sri Purnomo, melantik Dwi Nurwata sebagai Dirut PDAM menggantikan Suratno yang sebelumnya menjabat selama dua periode. Sedangkan, Dwi Nurwata sebelumnya menjabat sebagai kepala bagian pengawas intern PDAM Sleman.
Langganan:
Postingan (Atom)
-
Menurut UU Nomor 11 Tahun 2005 tentang Pemerintahan Aceh, Pemerintah Gampong adalah strata pemerintahan terendah di bawah Mukim...
-
Pekerja memanen padi menggunakan mesin meni combine di areal persawahan Gampong Drien Jalo, Kecamatan Tangan-Tangan, abdya, Rabu (14/3). ...
-
Warga menyaksikan jenazah Apran Simajuntak (23), penduduk Desa Muara Situlen, Kecamatan Babul Makmur, Aceh Tenggara yang ditemukan menga...
Saleum kemandum syehdara.........!
Geuchik Gampong Matang Bayu
(Syafruddin)
Geuchik Gampong Matang Bayu
(Syafruddin)




