Jumat, 09 Maret 2012

BUDIDAYA PADI

Produksi gabah padi di Indonesia rata-rata 4 - 5 ton/ha. PT. NATURAL NUSANTARA berupaya membantu tercapainya ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produksi padi berdasarkan asas kuantitas, kualitas dan kelestarian ( K-3 ).

SYARAT TUMBUH
Padi dapat tumbuh pada ketinggian 0-1500 mdpl dengan temperatur
19-270C , memerlukan penyinaran matahari penuh tanpa naungan. Angin berpengaruh pada penyerbukan dan pembuahan. Padi menghendaki tanah lumpur yang subur dengan ketebalan 18-22 cm dan pH tanah 4 - 7.

PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
A.Benih
Dengan jarak tanam 25 x 25 cm per 1000 m2 sawah membutuhkan 1,5-3 kg. Jumlah ideal benih yang disebarkan sekitar 50-60 gr/m2. Perbandingan luas tanah untuk pembenihan dengan lahan tanam adalah 3 : 100, atau 1000 m2 sawah : 3,5 m2 pembibitan
B.Perendaman Benih
Benih direndam POC NASA dan air, dosis 2 cc/lt air selama 6-12 jam. tiriskan dan masukkan karung goni, benih padi yang mengambang dibuang. Selanjutnya diperam menggunakan daun pisang atau dipendam di dalam tanah selama 1 - 2 malam hingga benih berkecambah serentak.
C.Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian
Persemaian diairi dengan berangsur sampai setinggi 3 - 5 cm. Setelah bibit berumur 7-10 hari dan 14-18 hari, dilakukan penyemprotan POC NASA dengan dosis 2 tutup/tangki.
D. Pemindahan benih
Bibit yang siap dipindahtanamkan ke sawah berumur 21-40 hari, berdaun 5-7 helai, batang bawah besar dan kuat, pertumbuhan seragam, tidak terserang hama dan penyakit.
F. Pemupukan
Pemupukan seperti pada tabel berikut, dosis pupuk sesuai dengan hasil panen yang diinginkan. Semua pupuk makro dicampur dan disebarkan merata ke lahan sesuai dosis.
Khusus penggunaan Hormonik bisa dicampurkan dengan POC NASA kemudian disemprotkan ( 3-4 tutup NASA + 1 tutup HORMONIK /tangki ). Hasil akan bervariasi tergantung jenis varietas, kondisi dan jenis tanah, serangan hama dan penyakit serta

TABEL PENGGUNAAN POC NASA DAN SUPERNASA

Waktu Aplikasi
Jenis Pupuk
Olah Tanah (kg)
14 hari ( kg )
30 hari ( kg )
45 hari ( kg )
60 hari ( kg )
Urea
36,5
9
9
9
9
ZA
3,5
1
1
1
1
SP-36
6,5
1,5
1,5
1,5
1,5
KCl
20
5
5
5
5
Dolomit
13
3
3
3
3
SPR NASA
2 botol ( siram)
2 botol ( siram)
-
-
-






Catatan : Dosis produksi padi 1,2 – 1,7 ton/ 1000 M2 Gabah Kering Panen

Waktu Aplikasi
Jenis Pupuk
Olah Tanah (kg)
10–14 hari ( kg )
25–28 hari ( kg )
42–45 hari ( kg )
Urea
12
6
6
6
SP-36
10
50
-
-
KCl
-
-
7
8
SPR NASA
1 botol (siram)
5
5
5
POC NASA
-
4-5 ttp/tgk (semprot)
4-5 ttp/tgk (semprot)
4-5 ttp/tgk (semprot)






Catatan : Dosis produksi padi 0,8 – 1,1 ton/ 1000 M2 Gabah Kering Panen
Waktu Aplikasi
Jenis Pupuk
Olah Tanah (kg)
10–14 hari ( kg )
25–28 hari ( kg )
42–45 hari ( kg )
Urea
10
4,5
4
4
SP-36
11,5
-
-
-
KCL
-
-
5
6,5
POC NASA
20-40 ttp (siram)
4-8 ttp/tgk (semprot)
4-8 ttp/tgk (semprot)
4-8 ttp/tgk (semprot)
HORMONIK
-
-
1 ttp/tgk campur NASA
1 ttp/tgk campur NASA






Catatan : Dosis produksi padi 0,8 – 1,1 ton/ 1000 M2 Gabah Kering Panen



Cara Penggunaan SUPER NASA & POC NASA
1. Pemberian SUPER NASA dengan cara dilarutkan dalam air secukupnya kemudian disiramkan ( hanya disiramkan)
2. Jika dengan POC NASA dicampur air secukupnya bisa disiramkan atau disemprotkan.
3. Khusus SP-36 bisa dilarutkan SUPER NASA atau POC NASA, sedang pupuk makro lainnya disebar secara merata.
G. PENGOLAHAN LAHAN RINGAN
Dilakukan pada umur 20 HST, bertujuan untuk sirkulasi udara dalam tanah, yaitu membuang gas beracun dan menyerap oksigen.
H.PENYIANGAN
Penyiangan rumput-rumput liar seperti jajagoan, sunduk gangsir, teki dan eceng gondok dilakukan 3 kali umur 4 minggu, 35 dan 55.
I. PENGAIRAN
Penggenangan air dilakukan pada fase awal pertumbuhan, pembentukan anakan, pembungaan dan masa bunting. Sedangkan pengeringan hanya dilakukan pada fase sebelum bunting bertujuan menghentikan pembentukan anakan dan fase pemasakan biji untuk menyeragamkan dan mempercepat pemasakan biji.
J. PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT
· Hama putih (Nymphula depunctalis)
Gejala: menyerang daun bibit, kerusakan berupa titik-titik yang memanjang sejajar tulang daun, ulat menggulung daun padi. Pengendalian: (1) pengaturan air yang baik, penggunaan bibit sehat, melepaskan musuh alami, menggugurkan tabung daun; (2) menggunakan BVR atau Pestona · ·Padi Thrips (Thrips oryzae)
Gejala: daun menggulung dan berwarna kuning sampai kemerahan, pertumbuhan bibit terhambat, pada tanaman dewasa gabah tidak berisi. Pengendalian: BVR atau Pestona.
· Wereng penyerang batang padi: wereng padi coklat (Nilaparvata lugens), wereng padi berpunggung putih (Sogatella furcifera) dan Wereng penyerang daun padi: wereng padi hijau (Nephotettix apicalis dan N. impicticep).
Merusak dengan cara mengisap cairan batang padi dan dapat menularkan virus. Gejala: tanaman padi menjadi kuning dan mengering, sekelompok tanaman seperti terbakar, tanaman yang tidak mengering menjadi kerdil. Pengendalian: (1) bertanam padi serempak, menggunakan varitas tahan wereng seperti IR 36, IR 48, IR- 64, Cimanuk, Progo dsb, membersihkan lingkungan, melepas musuh alami seperti laba-laba, kepinding dan kumbang lebah; (2) penyemprotan BVR
· Walang sangit (Leptocoriza acuta)
Menyerang buah padi yang masak susu. Gejala buah hampa atau berkualitas rendah seperti berkerut, berwarna coklat dan tidak enak; pada daun terdapat bercak bekas isapan dan bulir padi berbintik-bintik hitam.
Pengendalian: (1) bertanam serempak, peningkatankebersihan, mengumpulkan dan memusnahkan telur, melepas musuh alami seperti jangkrik, laba-laba; (2) penyemprotan BVR atau PESTONA
· Kepik hijau (Nezara viridula)
Menyerang batang dan buah padi. Gejala: pada batang tanaman terdapat bekas tusukan, buah padi yang diserang memiliki noda bekas isapan dan pertumbuhan tanaman terganggu. Pengendalian: mengumpulkan dan memusnahkan telur-telurnya, penyemprotan BVR atau PESTONA
· Penggerek batang padi terdiri atas: penggerek batang padi putih (Tryporhyza innotata), kuning (T. incertulas), bergaris (Chilo supressalis) dan merah jambu (Sesamia inferens). Menyerang batang dan pelepah daun. Gejala: pucuk tanaman layu, kering berwarna kemerahan dan mudah dicabut, daun mengering dan seluruh batang kering. Kerusakan pada tanaman muda disebut hama "sundep" dan pada tanaman bunting (pengisian biji) disebut "beluk". Pengendalian: (1) menggunakan varitas tahan, meningkatkan kebersihan lingkungan, menggenangi sawah selama 15 hari setelah panen agar kepompong mati, membakar jerami; (2) menggunakan BVR atau PESTONA
· Hama tikus (Rattus argentiventer)
Menyerang batang muda (1-2 bulan) dan buah. Gejala: adanya tanaman padi yang roboh pada petak sawah dan pada serangan hebat ditengah petak tidak ada tanaman. Pengendalian: pergiliran tanaman, tanam serempak, sanitasi, gropyokan, melepas musuh alami seperti ular dan burung hantu, penggunaan NAT (Natural Aromatic).
· Burung
Menyerang menjelang panen, tangkai buah patah, biji berserakan. Pengendalian: mengusir dengan bunyi-bunyian atau orang-orangan.
· Penyakit Bercak daun coklat
Penyebab: jamur Helmintosporium oryzae.
Gejala: menyerang pelepah, malai, buah yang baru tumbuh dan bibit yang baru berkecambah. Biji berbercak-bercak coklat tetapi tetap berisi, padi dewasa busuk kering, biji kecambah busuk dan kecambah mati. Pengendalian: (1) merendam benih di air hangat + POC NASA, pemupukan berimbang, tanam padi tahan penyakit ini.
· Penyakit Blast
Penyebab: jamur Pyricularia oryzae. Gejala: menyerang daun, buku pada malai dan ujung tangkai malai. Daun, gelang buku, tangkai malai dan cabang di dekat pangkal malai membusuk.
Pemasakan makanan terhambat dan butiran padi menjadi hampa. Pengendalian: (1) membakar sisa jerami, menggenangi sawah, menanam varitas unggul Sentani, Cimandiri IR-48, IR-36, pemberian pupuk N di saat pertengahan fase vegetatif dan fase pembentukan bulir; (2) pemberian GLIO di awal tanam
· Busuk pelepah daun
Penyebab: jamur Rhizoctonia sp. Gejala: menyerang daun dan pelepah daun pada tanaman yang telah membentuk anakan. Menyebabkan jumlah dan mutu gabah menurun. Pengendalian: (1) menanam padi tahan penyakit (2) pemberian GLIO pada saat pembentukan anakan
· Penyakit Fusarium
Penyebab: jamur Fusarium moniliforme. Gejala: menyerang malai dan biji muda menjadi kecoklatan, daun terkulai, akar membusuk. Pengendalian: merenggangkan jarak tanam, mencelupkan benih + POC NASA dan disebari GLIO di lahan
·Penyakit kresek/hawar daun
Penyebab: bakteri Xanthomonas campestris pv oryzae) Gejala: menyerang daun dan titik tumbuh. Terdapat garis-garis di antara tulang daun, garis melepuh dan berisi cairan kehitam-hitaman, daun mengering dan mati. Pengendalian: (1) menanam varitas tahan penyakit seperti IR 36, IR 46, Cisadane, Cipunegara, menghindari luka mekanis, sanitasi lingkungan; (2) pengendalian diawal dengan GLIO
· Penyakit kerdil
Penyebab: virus ditularkan oleh wereng coklat Nilaparvata lugens. Gejala: menyerang semua bagian tanaman, daun menjadi pendek, sempit, berwarna hijau kekuning-kuningan, batang pendek, buku-buku pendek, anakan banyak tetapi kecil. Pengendalian: sulit dilakukan, usaha pencegahan dengan memusnahkan tanaman yang terserang ada mengendalikan vector dengan BVR atau PESTONA.
· Penyakit tungro
Penyebab: virus yang ditularkan oleh wereng hijau Nephotettix impicticeps. Gejala: menyerang semua bagian tanaman, pertumbuhan tanaman kurang sempurna, daun kuning hingga kecoklatan, jumlah tunas berkurang, pembungaan tertunda, malai kecil dan tidak berisi. Pengendalian: menanam padi tahan wereng seperti Kelara, IR 52, IR 36, IR 48, IR 54, IR 46, IR 42 dan mengendalikan vektor virus dengan BVR.

K. PANEN DAN PASCA PANEN
·Panen dilakukan jika butir gabah 80 % menguning dan tangkainya menunduk

· Alat yang digunakan ketam atau sabit
· Setelah panen segera dirontokkan malainya dengan perontok mesin atau tenaga manusia
· Usahakan kehilangan hasil panen seminimal mungkin
Setelah dirontokkan diayaki (Jawa : ditapeni)
· Dilakukan pengeringan dengan sinar matahari 2-3 hari
· Setelah kering lalu digiling yaitu pemisahan gabah dari kulit bijinya.
· Beras siap dikonsumsi.
»»  Baca Lagi...

Calon Pilot Aceh Terhenti Latihan

ENAM dari delapan calon pilot Aceh berpose di belakang pesawat latih di Sekolah Penerbangan Integrity Training Sercive (ITS) Ipoh, Malaysia. Foto direkam, Selasa 20 April 2010. FOTO ARIF RAMDAN/DOK.SERAMBI INDONESIA

BANDA ACEH - Delapan calon pilot asal Aceh yang semestinya sudah menyelesaikan pendidikan di Sekolah Penerbangan Integrated Training dan Services (IT dan S) Ipoh, Malaysia, terpaksa pulang kampung sebelum menjadi pilot. Mereka yang dibiayai Pemerintah Aceh itu sudah sembilan bulan terhenti latihan, karena ban pesawat untuk latihan sedang rusak.

Informasi itu diperoleh dari sumber-sumber Serambi di Banda Aceh tiga hari lalu. Muharrir, seorang di antara delapan anak Aceh yang ikut pendidikan di IT dan S Ipoh itu, ketika dikonfirmasi Serambi kemarin, membenarkannya.

“Ya, sudah mulai vakum latihan sejak Maret 2011. Alasan pihak kampus karena ban pesawat latihan kami rusak. Benar, dalam perjanjian dengan Pemerintah Aceh, masa pendidikan kami di sana 18 bulan terhitung sejak Agustus 2009-April 2011,” sebut Muharrir.

Menurutnya, sesuai aturan, mereka hanya empat bulan belajar teori di kampus itu. Selanjutnya latihan terbang. Tapi sejak Januari dan Februari 2011, latihan sudah mulai macet, hanya dua kali, bahkan sekali dalam sebulan.

“Idealnya, minimal tiga kali latihan terbang dalam sebulan. Alasannya target jam terbang selama pendidikan lebih kurang 150 jam, tapi yang saya lakukan baru 37 jam. Itu pun jam terbang saya sudah lebih banyak dibandingkan kawan lainnya,” ujar Muharrir.

Menurutnya, sejak vakum latihan Maret 2011, ia bersama dua rekannya, Nofailin Afra dan Juliman, pernah dipanggil ke sana untuk kembali ikut latihan terbang. “Tapi sesampai di sana ternyata tidak jadi, karena pesawatnya masih rusak,” ungkap Muharrir.

Ditanya apakah mahasiswa lain di kampus itu juga tidak latihan, Muharrir menyatakan, mahasiswa lain di kampus itu tetap latihan. “Ya, itu mungkin karena sejak awal latihan kami anak Aceh tidak digabung dengan mahasiswa lainnya,” kata Muharrir.

Mewakili teman-temannya senasib, Muharrir berharap segera ada solusi terhadap persoalan ini. Ia mengaku bahwa saat ini sedang dilakukan pembicaraan oleh Pemerintah Aceh dengan perusahaan IT dan S Ipoh, Malaysia, untuk mencarikan solusi terhadap masalah yang dihadapi delapan calon pilot asal Aceh itu. (sal)

Editor : bakri
 


»»  Baca Lagi...

Korban Sungai Alas Ditemukan di Sultan Daulat

Warga menyaksikan jenazah Apran Simajuntak (23), penduduk Desa Muara Situlen, Kecamatan Babul Makmur, Aceh Tenggara yang ditemukan mengapung di Sungai Souraya, Desa Jabi-Jabi, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Kamis (8/3) kemarin. PROHABA/KHALIDIN

SUBULUSSALAM - Sesosok mayat pria tanpa identitas yang telah membusuk ditemukan tewas terapung di Lae Souraya, Desa Jabi-Jabi, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Kamis (8/3) siang kemarin. Belakangan terungkap jika jasad itu adalah Apran Simajuntak (23), warga Desa Muara Situlen, Kecamatan Babul Makmur, Aceh Tenggara yang terseret arus Krueng Alas, Selasa (6/3) lalu.

Sapri Tambunan, salah seorang wargamengatakan mayat tersebut ditemukan pertama kali oleh Raja (30) warga Desa Suka Maju yang berseberangan dengan Desa Jabi-Jabi. Kepala Desa Jabi-Jabi, manjang Kombih yang ditanyai secara terpisah mengakui adanya temuan mayat di desa yang dia pimpin. Namun menurut Manjang, sebenarnya mayat tersebut hanyut terbawa arus Sungai Souraya yang hulunya di Kutacane, Aceh Tenggara.

Manjang menambahkan, saat terapung dan hanyut di sungai beberapa warga Desa Suka Maju yang berseberangan dengan Jabi-jabi melihat namun tidak ada yang berani memungut kecuali Raja. Raja, kata Manjang langsung menggiring jasad korban dengan menggunakan perahu motor yang bahasa setempat disebut Robin. “Mayat itu sebenarnya hanyut di Sungai antara Suka Maju dan Jabi-Jabi, namun dibawa ke tepi persis di pasir Desa Jabi-Jabi,” kata Manjang seraya menjelaskan mayat tersebut hanya mengenakan baju kaos lengan panjang bergaris tanpa celana.

Selanjutnya, mayat pria tanpa identitas ini dibawa ke Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Kota Subulussalam untuk divisum.

Kapolres Aceh Singkil AKBP Bambang Syafrianto yang dikonfirmasi melalui Kapolsek Sultan Daulat, Iptu Aries Diego Kakori di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Kota Subulussalam mengatakan, jasad itu adalah almarhum Apran Simajuntak (23)  penduduk Desa Muara Situlen, Kecamatan Babul Makmur, Aceh Tenggara yang terseret arus sungai Alas, Selasa (6/3) lalu sekitar pukul 15.00 wib di Desa Muara Situlen.

Hal itu berdasarkan hasil koordinasi pihaknya dengan Kapolsek Babul Makmur, Aceh Tenggara, Ipda Zul Effendi yang sebelumnya meminta bantuan pencarian jenazah yang diperkirakan hanyut ke Sultan Daulat.

Karenanya, saat ada kabar penemuan mayat, Kapolsek Sultan Daulat Iptu Aries Diego Kakori didampingi Camat Sultan Daulat Baginda Nasution langsung turun ke lokasi. Di lokasi, petugas kepolisian dengan dibantu relawan dan warga setempat mengevakuasi jenazah korban dari sungai dan di bawa ke RSIA Kota Subulussalam.

Seperti diberitakan sebelumnya, Apran Simajuntak (23) petani, penduduk Desa Muara Situlen, Kecamatan Babul Makmur, Aceh Tenggara, Selasa (6/3) sekitar pukul 15.00 wib, terseret arus sungai Alas di Desa Muara Situlen. Menurut informasi, pada saat naas itu, korban berenang menuju seberang sungai dengan saksi atau rekannya  Zalim Sihombing (12) dan Bram Sihombing (13). Namun, Afran tiba-tiba berhenti berenang, karena kehabisan tenaga hingga tenggelam terbawa arus sungai.(kh/as)
Editor;Bakri
 
Serambi News



»»  Baca Lagi...

Persidi belum Terkalahkan

BANDA ACEH - Persidi Idi, Aceh Timur menjadi satu-satunya tim yang hingga kini belum terkalahkan dalam tiga pertandingan Grup I Divisi I Liga Indonesia musim 2011/2012. Pasukan asuhan duet Pelatih Sayed Saiful Bahri dan H Salahuddin ini mampu mengalahkan PSAB Aceh Besar dengan skor 1-0 di Stadion H Dimoerthala, Lampineung, Banda Aceh, Kamis (8/3) petang. Sedangkan PS Pidie Jaya membantai Persas Sabang dengan skor 4-0, tadi malam.

Tambahan tiga poin membuat Persidi makin kokoh di puncak klasemen sementara dengan sembilan poin. Sementara PSAB, akibat kekalahan itu tak beranjak dari posisi lima dengan 1 poin. Sedangkan PS Pidie Jaya naik dua tingkat ke urutan dua dengan enam poin. Persas yang menjadi bulan-bulanan lawan harus pasrah sebagai juru kunci tanpa meraih poin.

Pertarungan Persidi kontra PSAB berlangsung ketat sejak babak pertama. Kedua tim bekerja keras membangun serangan ke pertahanan lawannya. Ambisi untuk menang mewajibkan mereka berduel habis-habisan. Walau lapangan licin, tapi segala cara yang dilakukan PSAB dan Persidi tak mampu melahirkan gol. Akibatnya, babak pertama berakhir tanpa gol.

Perjuangan keras kembali diperlihatkan PSAB dan Persidi di babak kedua. Ambisi Persidi untuk menambah daftar kemenangan tidak mudah menaklukkan pasukan asuhan Effendi HT. Apalagi, tim yang dimanajeri Muzakkir Cek Boy ini juga punya semangat tinggi untuk menang. Dari  sebuah serangan balik, akhirnya tercipta gol untuk Persidi Idi. Adalah Sukran yang membawa mimpi buruk bagi 
PSAB di menit 77 setelah tendangannya memanfaatkan umpan Jamaluddin gagal diblok kiper PSAB. Meski telah berusaha keras, tapi awak PSAB tetap harus mengakui keunggulan lawannya hingga Wasit Sugi Irwanto mengakhiri laga.

Partai menarik juga tersaji dalam duel PS Pidie Jaya dengan Persas Sabang. Juru taktik Pidie Jaya, Mulya Saputra yang mengemban tugas berat untuk lolos harus tampil habis-habis demi meraih tiga poin. Tekanan tim yang dimanajeri Supriadi ini mampu membuka gol perdana melalui Khairul Yadi di menit 3. Persas yang ingin keluar dari juru kunci berusaha membalas. Hanya saja, Pidie Jaya kembali unggul lewat Khairul Yadi di menit 43. Skor 2-0 untuk Pidie Jaya bertahan hingga jeda.

Di Babak kedua, Persas mencoba mengimbangi tekanan Pidie Jaya. Tapi, serangan awak Pidie Jaya kembali melahirkan gol lewat Khairul Yadi di menit 54. Bahkan, penyerang bernomor punggung 89 itu kembali mencetak gol ke gawang Persas di menit 87. Di waktu tersisa Persas tetap tidak mampu membalas kekalahan hingga Wasit M Arnando mengakhiri pertandingan. Hari ini tak ada pertandingan. Kompetisi ini dilanjutkan Sabtu (10/3) besok.(hd)

Editor : bakri
 
»»  Baca Lagi...
Saleum kemandum syehdara.........!

Geuchik Gampong Matang Bayu

(Syafruddin)